
Segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih-Penyayang atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya yang tak terhingga. Karena kuasa-Nya pula, di zaman kiwari kita dapat menikmati buah pesatnya kemajuan teknologi. Semoga dapat kita manfaatkan sebagai bagian ibadah kepada-Nya.
Shalawat dan salam tercurah untuk Rasulullah, suri tauladan kita yang menebarkan keindahan Islam dengan kemuliaan akhlaknya. Shalawat teriring pula untuk keluarga dan sahabat-sahabat beliau juga setiap muslim yang teguh di jalan-Nya.
Demikian pula atas keindahan ayat-Nya yang menyeru manusia untuk saling mengenal (QS. Al-Hujuraat:13), maka di laman ini saya mencoba untuk memperkenalkan diri, semoga menjadi pengikat rasa ukhuwah untuk saling mencintai karena Allah yang dengannya Allah akan memberi sebuah mimbar bercahaya di hari tiada naungan selain naungan-Nya.
Tri Indraini Ratna Utami menjadi serangkai nama sekaligus doa dari ayah (Abdurrachman Sutan Mandailing) dan ibu (Ningrum Rustikaningsih) untuk saya yang terlahir sebagai permata hati ke tiga diantara lima putri mereka. Namun, ayah dan ibu memilihkan nama “ineu” sebagai nama kesayangan. Jadilah hingga kini nama tersebut yang lebih dikenal orang dibanding nama aslinya:-)
Masa kecil dan remaja saya nikmati di kawasan Garut – Jawa Barat, tempat terakhir kali ayah berdinas dan menjadi kota pilihan untuk melabuhkan sisa hidup beliau bersama ibu untuk membesarkan kami.
Selepas SMA saya berhijrah ke sebuah kota di Jawa Tengah untuk menimba ilmu lebih dalam. Di sinilah saya banyak menemukan dan memahami cahaya Ilahi. Di sini pula saya mulai belajar menuliskan guratan cahaya tersebut melalui pena.
Dunia penelitian pertanian sempat saya selami di sebuah lembaga penelitian bioteknologi yang berada di Bogor semenjak masa penelitian untuk penulisan skripsi hingga beberapa tahun kemudian saat mengamalkan ilmu selepas masa kuliah. Di masa mengabdikan ilmu pada lembaga yang bernaung di Kementrian Pertanian itulah, Allah memperkenankan doa saya untuk menyempurnakan setengah agama.
Dikarenakan karunia Allah semata, perjalanan hidup kami dapat menyelami cahaya-Nya di kota Berlin, Jerman untuk beberapa tahun. Kehidupan masyarakat di sana, baik muslim Indonesia, Turki, Arab ataupun orang Jerman sendiri membekaskan banyak hikmah yang sebagian saya coba rekam dalam tulisan-tulisan di Oase Iman-Eramuslim, Dakwatuna, FLP Jerman, dan media lainnya. Selain itu, pengalaman dengan tiga cahaya hati yang Allah karuniakan kepada kami juga menjadi sumber inspirasi, pelajaran, dan hikmah bagi saya.
Ahamdulillah, atas kuasa Allah saya masih diberi kesempatan untuk menuangkan dalam bentuk tulisan apa yang saya peroleh dari hasil mencari dan meresapi lintasan cahaya-Nya dan coba membagi hikmah di tiap kejadian yang saya alami dalam blog www.ratnautami.com. (Oya, insya Allah di sini pun akan disimpan samudra ilmu karya orang lain yang mendukung kami dalam upaya berbenah diri untuk menjadi lebih baik)
Rasa syukur terucap pula karena belahan jiwa (Habib Rijzaani) membantu saya dalam membangun blog tsb yang didedikasikan untuk semua permata hati kami (Ahsan, Nazhifa dan Saniyya). Semoga sebentuk cinta ini, dapat menjadi bekalan ilmu ketika mereka beranjak dewasa kelak.
Saya berharap siapa pun yang singgah di blog sederhana kami, dapat menemukan berkas cahaya-Nya di setiap cerita hikmah yang tersaji. Semoga mendapat manfaat walaupun hanya setitik sebagai bekal untuk mengarungi perjalanan mendekat pada-Nya .
Selain melalui blog ini, saya pun mencoba membuka dan menjalin silaturahim dengan sahabat dan teman melalui http://bundaahsan.multiply.com/ juga di www.facebook.com/ratnautami/
Salam Ukhuwah