<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
> <channel><title>Ineu Ratna Utami</title> <atom:link href="http://www.ratnautami.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://www.ratnautami.com</link> <description>Berbagi Tetesan Hikmah Ilahi</description> <lastBuildDate>Tue, 24 Apr 2012 09:51:31 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator> <item><title>Sebuah Ironi di Pusaran Emansipasi</title><link>http://www.ratnautami.com/2012/04/sebuah-ironi-di-pusaran-emansipasi/</link> <comments>http://www.ratnautami.com/2012/04/sebuah-ironi-di-pusaran-emansipasi/#comments</comments> <pubDate>Sat, 21 Apr 2012 06:27:59 +0000</pubDate> <dc:creator>Ineu Ratna Utami</dc:creator> <category><![CDATA[Muhasabah Diri]]></category> <category><![CDATA[Mutiara Kehidupan]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.ratnautami.com/?p=758</guid> <description><![CDATA[“Nak Intan, bisa bantu Ibu mencarikan pembantu?.. Rasanya ibu mulai kerepotan nih!” sekonyong-konyong permohonan sang ibu menghentikan langkah Intan yang sedang bergegas membuka pintu pagar rumahnya. Tanpa menunggu respon Intan,...]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>“<em>Nak Intan, bisa bantu Ibu mencarikan pembantu?.. Rasanya ibu mulai kerepotan nih!”</em> sekonyong-konyong permohonan sang ibu menghentikan langkah Intan yang sedang bergegas membuka pintu pagar rumahnya.</p><p>Tanpa menunggu respon Intan, ia kembali berkata, <em>“Cucu ibu sekarang sudah mulai aktif, jadi perlu pengawasan yang lebih. Karena hal itu, ibu sulit untuk menyelesaikan pekerjaan rumah terutama menyetrika, jadi tolong ya Nak Intan, bantu Ibu carikan pembantu, yang separuh waktu aja ya Nak?” </em></p><p>“<em>Insya Allah, Ibu”</em>&#8230; Intan berusaha menyanggupi seiring rasa perih yang tiba-tiba serasa menjalar di ulu hatinya mendengar penuturan sang ibu. Rasa yang timbul karena menyaksikan sebuah potret kehidupan di mana pusaran emansipasi wanita menempatkan sang ibu yang rambutnya sudah memutih dengan keriput di sekujur tubuhnya berada dalam posisi demikian, melakoni pekerjaan-pekerjaan rumah yang cukup berat ditambah masih harus merawat cucunya, seorang bayi.</p><p>Hampir satu tahun Intan mengenal wanita yang sudah menapaki usia senja itu. Ia hadir menjadi tetangga Intan sejak masa cuti melahirkan putrinya yang bekerja di suatu tempat hampir usai. Kesulitan sang putri mencari orang yang bisa menjaga bayi sekaligus melakukan pekerjaan rumahnya, membuat ibu tua itu rela meninggalkan suaminya untuk sementara waktu demi menjadi solusi akan problem yang dihadapi putrinya tersebut.</p><p>Di awal perkenalan dengan Intan, pernah sang ibu bertutur bahwa ia sangat keberatan bila putrinya harus berhenti kerja hanya karena urusan merawat anak. Apa pun akan ia lakukan asal sang putri tidak berhenti dari kariernya di luar rumah. Ia pun sangat menyayangkan pilihan Intan yang memutuskan berhenti kerja dan memilih fokus merawat dan mengasuh buah hatinya.</p><p>Sama halnya dengan Intan, putri sang ibu tak tega dengan pengorbanan yang dilakukan ibunya. Ia berniat untuk berhenti kerja, namun sang ibu melarangnya. Ia tak rela, jerih payah membesarkan dan menyekolahkan putrinya hingga meraih apa yang dicitakan, kandas begitu saja.</p><p>Bertahannya sang anak dalam karier yang dijalaninya demi membuat bahagia dan bangga orangtuanya, di mata Intan menjadi sebuah ironi manakala ia menyaksikan seolah ibu tua tersebut menjadi &#8216;budak&#8217; bagi anaknya demi sebuah karier yang harus dipertahankan. Tak hanya sekali-dua saja tetapi sering Intan menyaksikan potret kehidupan seperti yang dilakoni ibu tua ini.</p><p>Selain perih menyaksikan banyak orang dengan alasan seperti sang ibu tua, mengerjakan berbagai pekerjaan rumah anaknya dan mengasuh cucu-cucunya, Intan pun prihatin kala menyaksikan banyak anak merasa &#8216;hampa&#8217; kasih sayang terutama kasih dan perhatian ibunya ketika sibuk mengejar karir hingga terabaikan hal yang paling didamba seorang anak.</p><p>Intan menyadari bahwa banyak motif melatarbelakangi seorang muslimah memilih tetap berkarier setelah berkeluarga dan dikaruniai anak. Ada yang dikarenakan masalah ekonomi, pembuktian jati diri, pengabdian pada orangtua,dsb.  Hal ini sering membuat Intan berdecak kagum ketika melihat berbagai kiprah yang telah dibuktikan mereka dalam pusaran emansipasi.</p><p>Namun terselip pula dalam hati Intan sebuah harap pada mereka yang memilih meniti karier di luar rumahnya, akan adanya azzam yang kuat:  tak menjadikan orangtuanya seolah &#8216;budak&#8217; sehingga tak akan lagi ia saksikan aktivitas seperti yang dilakukan ibu tua itu di hari-hari mendatang. Serta tak membuatnya lupa akan tugas utama yang mesti diembannya, menjadi madrasah utama bagi anak-anaknya.</p><p>&nbsp;</p><p>#Sebuah renungan di hari Kartini, 2012.</p><p>[starrater tpl=10]</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.ratnautami.com/2012/04/sebuah-ironi-di-pusaran-emansipasi/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Hikmah dalam Gambar: Untuk Siapa Berbusana?</title><link>http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-untuk-siapa-berbusana/</link> <comments>http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-untuk-siapa-berbusana/#comments</comments> <pubDate>Wed, 25 Jan 2012 12:00:54 +0000</pubDate> <dc:creator>Habib</dc:creator> <category><![CDATA[Cermin]]></category> <category><![CDATA[busana]]></category> <category><![CDATA[gambar hikmah]]></category> <category><![CDATA[Hikmah]]></category> <category><![CDATA[pakaian]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.ratnautami.com/?p=750</guid> <description><![CDATA[Ada ungkapan dalam budaya bahasa inggris: &#8220;I dress to impress&#8221; yang kurang lebih bermakna &#8220;aku berbusana untuk menarik perhatian&#8221;. Menarik perhatian atau meninggalkan kesan pada orang lain tentunya. Sepertinya, ungkapan...]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Ada ungkapan dalam budaya bahasa inggris: &#8220;<em><strong>I dress to impress</strong></em>&#8221; yang kurang lebih bermakna &#8220;aku berbusana untuk menarik perhatian&#8221;. Menarik perhatian atau meninggalkan kesan pada orang lain tentunya.</p><p>Sepertinya, ungkapan semacam itu sejalan dengan keadaan sebagian dari kita. Kita pilah-pilih baju, kita padu padankan setelan dan warna, kita tambahkan pernak-pernik dan aksesori agar kita bisa tampil menarik di depan orang lain. Kalau bisa, kitalah yang menjadi pusat perhatian melalui cara berbusana kita. Hingga tak jarang, orang saling berlomba untuk berhias diri dan menciptakan atau memakai busana &#8216;hanya&#8217; <strong>untuk memperoleh perhatian orang lain</strong>. Agar tidak dibilang kampungan, ketinggalan mode, atau tidak sesuai <em>&#8216;dress-code</em>&#8216;, atau sekedar mengikuti cara berbusana teman atau artis pujaan, seringkali <strong>nilai-nilai kesopanan, kepatutan, moral dan agama dilanggar</strong>.</p><p>Benarkah cara berbusana seperti itu. Untuk siapakah kita berbusana? Untuk kita sendiri ataukah &#8216;tunduk&#8217; kepada &#8216;tekanan&#8217; dan pandangan orang lain?</p><p>Sebagai muslim, tidak sepantasnya kita menyerahkan diri kita kepada ketundukan selain dari Allah. Demikian juga dalam hal berbusana. Islam telah memberikan beberapa garis besar tata cara dan aturan mengenakan pakaian. <strong>Sesuai dengan aturan dari Allahlah hendaknya kita berbusana</strong>, bukan demi manusia.</p><p><a
href="http://www.ratnautami.com/wp-content/uploads/2012/01/Hikmah-dalam-gambar-Niat-.jpg"><img
class="aligncenter size-full wp-image-751" title="Hikmah-dalam-gambar---Niat-" src="http://www.ratnautami.com/wp-content/uploads/2012/01/Hikmah-dalam-gambar-Niat-.jpg" alt="" width="600" height="960" /></a></p><p>Hikmah-dalam-gambar-niat-berbusana</p><h4>Label:</h4><div>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-untuk-siapa-berbusana/" title="gambar-gambar islami">gambar-gambar islami</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-untuk-siapa-berbusana/" title="gambar">gambar</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-untuk-siapa-berbusana/" title="tata cara berhias menurut islam">tata cara berhias menurut islam</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-untuk-siapa-berbusana/" title="Gambar islam">Gambar islam</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-untuk-siapa-berbusana/" title="tata cara berhias dalam islam">tata cara berhias dalam islam</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-untuk-siapa-berbusana/" title="cara berhias menurut islam">cara berhias menurut islam</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-untuk-siapa-berbusana/" title="hikmah islam">hikmah islam</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-untuk-siapa-berbusana/" title="berhias dalam islam">berhias dalam islam</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-untuk-siapa-berbusana/" title="adab berhias">adab berhias</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-untuk-siapa-berbusana/" title="www untuk gambar">www untuk gambar</a> </span></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-untuk-siapa-berbusana/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Andai Rasulullah mengetuk pintu rumahku</title><link>http://www.ratnautami.com/2012/01/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/</link> <comments>http://www.ratnautami.com/2012/01/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/#comments</comments> <pubDate>Thu, 19 Jan 2012 06:36:11 +0000</pubDate> <dc:creator>Ineu Ratna Utami</dc:creator> <category><![CDATA[Muhasabah Diri]]></category> <category><![CDATA[Pengasuhan Anak]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.ratnautami.com/?p=729</guid> <description><![CDATA[Andai Rasulullah SAW datang mengetuk pintu rumahku&#8230;. Terbayang olehku sorot mata yang tajam dan teduh bisa meluluhkan hati yang keras dapat menenangkan hati yang gusar. Ingin kusentuh dan kucium tangannya...]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Andai Rasulullah SAW datang mengetuk pintu rumahku&#8230;.</p><p>Terbayang olehku sorot mata yang tajam dan teduh bisa meluluhkan hati yang keras dapat menenangkan hati yang gusar. Ingin kusentuh dan kucium tangannya yang lembut bagaikan sutra. Dapat kucium harum tubuhnya yang lekat. Dapat kulihat tubuh tegap dan gagah yang Allah ciptakan dengan rupa terbaik.</p><p>Ingin aku berkata apa adanya :</p><p><em>&#8220;Ya Rasulullah do&#8217;akan aku agar dapat terangkat segala kesulitan hidupku, semoga Allah melapangkan rizkiku, do&#8217;akan aku ya Rasulullah agar baik urusanku di dunia dan akhirat dan jadikan aku kelak mendampingimu di syurga, hidup abadi bersamamu.&#8221;</em></p><p>Namun&#8230;.</p><p>Belum sempat aku membuka pintu rumahku, tiba-tiba aku teringat di ruang tamuku ada televisi lengkap dengan DVD playernya, sebuah benda yang mungkin akan menjadi pertanyaan nabiku terkasih, <em>&#8220;Benda apa ini? Apa yang engkau saksikan di dalamnya?&#8221;</em> Oh&#8230;aku pasti malu, karena aku dan keluargaku sering menghabiskan waktu di depan televisi hingga lalai shalatku.</p><p>Aku mulai melihat sekelilingku, ternyata buku-buku bacaanku lebih banyak berisi buku-buku umum yang kumiliki. Bahkan Al-Qur&#8217;an yang ada nyaris hanya sebagai pajangan belaka karena covernya pun masih bagus dan halamannya masih rapih meski  telah bertahun-tahun menghiasi ruang bacaku. Pasti Rasulullah akan bertanya padaku, <em>&#8220;Berapa banyak Al-Qur&#8217;an yang engkau baca setiap hari? Apakah ada buku-buku yang menceritakan tentang diriku?&#8221;</em> Ah..aku pasti akan terbata-bata menjawabnya, karena jarang sekali aku membukanya karena memang aku tidak tahu cara membacanya.</p><p>Aku mulai berjalan ke kamar tidurku kalau-kalau Rasulullah ingin bermalam di rumahku&#8230; Ternyata di kamarku hanya ada sedikit ruang untuk shalat sekedar untuk badanku saja. Aduh alangkah repotnya kalau Rasulullah mengajak kami untuk shalat berjamaah, karena di rumahku tak ada mushola keluarga.</p><p>Aku melihat foto keluargaku terpampang di kamarku, ada wajah anak-anakku yang ekspresinya lucu. Kalau Rasulullah melihat pasti akan kuceritakan keceriaan mereka yang menggemaskan. Tapi&#8230;.. aku agak khawatir kalau-kalau Rasulullah bertanya<em>, &#8220;Apakah mereka mengenal nabinya dengan baik sebagaimana generasi masaku?&#8221;</em> Karena memang aku tidak pernah mengenalkan sosok tentang Rasulullah kepada mereka kecuali sedikit saja. Tentang kelahirannya di tahun gajah&#8230;.cuman itu yang aku ketahui tentang nabiku.</p><p>Oh, hatiku mulai teriris-iris oleh perasaan malu, khawatir dan cemas. Harapanku untuk berakrab-akrab dengan Rasul tercinta mulai pupus&#8230;Maafkan aku ya Rasulullah aku belum bisa membuka pintu rumahku untukmu, karena masih banyak pertanyaan yang akan keluar dari lisanmu yang lembut sementara aku belum bisa menjawabnya. Mungkin engkau akan menyaksikan wajahku dengan sebuah senyuman saja&#8230;ya sebuah senyuman</p><p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p><p>Tulisan seseorang (tak tercantum namanya, tetapi ada yang memberi tahu ini adalah tulisan Bunda Kurnia Whidiatuti, seorang trainer parenting, praktisi dan pemerhati pendidikan anak) yang mengingatkanku untuk terus berusaha mengenal lebih jauh sosok Nabi dan Rasul terkasih, mengenalkannya pada semua bintang hatiku dan menghadirkannya selalu di setiap saat sebagai rujukan hidup kami, insya Allah.</p><h4>Label:</h4><div>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/" title="kaligrafi muhammad saw">kaligrafi muhammad saw</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/" title="kaligrafi muhammad rasulullah">kaligrafi muhammad rasulullah</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/" title="kaligrafi">kaligrafi</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/" title="kaligrapi">kaligrapi</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/" title="kaligrafi allah">kaligrafi allah</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/" title="alloh kaligrafi">alloh kaligrafi</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/" title="kaligrapi muhammad">kaligrapi muhammad</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/" title="kaligrafi nabi muhammad gif">kaligrafi nabi muhammad gif</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/" title="kaligrafi muhammad untuk anak">kaligrafi muhammad untuk anak</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/" title="makna mengetuk pintu rumah">makna mengetuk pintu rumah</a> </span></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.ratnautami.com/2012/01/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>4</slash:comments> </item> <item><title>Hikmah dalam Gambar: Arti Cobaan</title><link>http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-arti-cobaan/</link> <comments>http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-arti-cobaan/#comments</comments> <pubDate>Thu, 05 Jan 2012 00:00:43 +0000</pubDate> <dc:creator>Habib</dc:creator> <category><![CDATA[Mutiara Kehidupan]]></category> <category><![CDATA[al hasan bin sahal]]></category> <category><![CDATA[arti cobaan]]></category> <category><![CDATA[Hikmah]]></category> <category><![CDATA[kata mutiara]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.ratnautami.com/?p=719</guid> <description><![CDATA[&#160; Cobaan atau ujian itu ibarat peluit peringatan bagi yang lupa, sarana penggapai pahala bagi yang sabar, dan pengingat akan rahmat dan kasih sayang Allah bagi semuanya. [Kata mutiara dari...]]></description> <content:encoded><![CDATA[<div
id="attachment_722" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a
href="http://www.ratnautami.com/wp-content/uploads/2011/12/hikmah-dalam-gambar-cobaan2.jpg"><img
class="size-full wp-image-722" title="hikmah-dalam-gambar-cobaan" src="http://www.ratnautami.com/wp-content/uploads/2011/12/hikmah-dalam-gambar-cobaan2.jpg" alt="Hikmah dalam Gambar: Arti Cobaan - Ineu Ratna Utami" width="600" height="800" /></a><p
class="wp-caption-text">Hikmah dalam Gambar: Arti Cobaan - Ineu Ratna Utami</p></div><p>&nbsp;</p><blockquote><p><strong>Cobaan</strong> atau ujian itu ibarat peluit peringatan bagi yang lupa, sarana penggapai pahala bagi yang sabar, dan pengingat akan rahmat dan kasih sayang Allah bagi semuanya.</p></blockquote><p>[Kata mutiara dari Al Hasan bin Sahal]</p><p>&nbsp;</p><h4>Label:</h4><div>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-arti-cobaan/" title="hikmah">hikmah</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-arti-cobaan/" title="Arti cobaan">Arti cobaan</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-arti-cobaan/" title="cobaan">cobaan</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-arti-cobaan/" title="cobaan dalam islam">cobaan dalam islam</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-arti-cobaan/" title="gambar hikmah">gambar hikmah</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-arti-cobaan/" title="arti hikmah dalam islam">arti hikmah dalam islam</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-arti-cobaan/" title="hikmah cobaan dalam islam">hikmah cobaan dalam islam</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-arti-cobaan/" title="www gambarhikmah com">www gambarhikmah com</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-arti-cobaan/" title="makna cobaan dalam islam">makna cobaan dalam islam</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-arti-cobaan/" title="pengertian cobaan dan ujian">pengertian cobaan dan ujian</a> </span></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.ratnautami.com/2012/01/hikmah-dalam-gambar-arti-cobaan/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Kecantikan [dalam] Diriku</title><link>http://www.ratnautami.com/2011/12/kecantikan-di-dalam-diriku/</link> <comments>http://www.ratnautami.com/2011/12/kecantikan-di-dalam-diriku/#comments</comments> <pubDate>Mon, 19 Dec 2011 02:58:18 +0000</pubDate> <dc:creator>Habib</dc:creator> <category><![CDATA[Cermin]]></category> <category><![CDATA[Kisah Muslimah]]></category> <category><![CDATA[Muhasabah Diri]]></category> <category><![CDATA[akhirat]]></category> <category><![CDATA[amal kebaikan]]></category> <category><![CDATA[hakikat kecantikan]]></category> <category><![CDATA[iman]]></category> <category><![CDATA[jilbab]]></category> <category><![CDATA[kecantikan]]></category> <category><![CDATA[masyarakat]]></category> <category><![CDATA[puisi]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.ratnautami.com/?p=712</guid> <description><![CDATA[Mereka bilang aku terkungkung karena rambut aku tutupi. Aku berani sumpah, justru mereka yang salah mengerti. Mereka tidak paham, mereka tak berilmu. Ilmu yang telah mengubah seluruh hidupku. Kututup rambut...]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Mereka bilang aku terkungkung karena rambut aku tutupi.<br
/> Aku berani sumpah, justru mereka yang salah mengerti.<br
/> Mereka tidak paham, mereka tak berilmu.<br
/> Ilmu yang telah mengubah seluruh hidupku.</p><p>Kututup rambut bukan atas paksaan atau malu.<br
/> Tetapi taat Sang Pencipta, dan ridha-Nya yang kumau.<br
/> Lahir, hidup dan matiku hanya untuk-Nya.<br
/> Itu mengapa <strong>kecantikanku</strong> bagi orang asing tak pernah terbuka.</p><p>Di jaman sekarang, <strong>wanita</strong> telah dijadikan obyek seks, papan reklame dan iklan.<br
/> Dan mereka masih saja bertanya-tanya ketika ayah menistai anaknya yang perawan.<br
/> Mereka bertanya-tanya ketika ribuan gadis setiap tahun menemui kematian.<br
/> Karena menahan lapar agar langsing seperti peragawati pujaan.<br
/> Mereka bertanya-tanya mengapa perempuan diperkosa pagi dan petang.<br
/> Tanpa  menyadari tontonan di media massa bukanlah kebaikan.</p><p>Kusadari <strong>arti kehidupan</strong> lebih dari kecantikan dan kemolekan.<br
/> Namun tanpa sadar, oleh masyarakat kita terus dijerumuskan.</p><p>Aku bersyukur atas <strong>islam</strong> yang menilaiku bukan dengan  paras sebagai dasar.<br
/> Tetapi karena tujuan sejati: amal kebaikan. Itulah perlombaan besar.<br
/> Perlombaan menuju Surga, sebuah pilihan setelah kematian.<br
/> Dan tentunya Neraka, pilihan lain bagi mereka yang mendustakan.</p><p>Mengapa membuang waktu pada kesempurnaan garis mataku,<br
/> Atau keinginan untuk memperbarui koleksi lipstikku?<br
/> Mengapa mengisi hidup ini dengan berusaha menarik perhatian manusia,<br
/> sementara pada akhirnya nanti, kita dinilai menurut kriteria yang berbeda?<br
/> Kriteria berdasar tingkah laku, amal dan ucapan,<br
/> yang akan diperiksa di Akhirat di atas Timbangan.</p><p>Bukan bentuk tubuh atau tatanan rambut yang &#8216;kan dinilai.<br
/> Dengarkan aku wahai saudara: Tetapi akhlak dan perangai!</p><p>Kita semua akan mati dan mengambil tempat yang sama di <strong>liang lahat</strong>,<br
/> Lalu mengapa duduk-duduk saja dan menghias diri selama hayat?<br
/> Mengapa mengukir kekayaan, ketenaran dan kecantikan,<br
/> Sementara di Hari Pembalasan, semua berubah menjadi penyesalan?</p><p>Allah tak akan bertanya mengapa tubuhku tak molek, wajah tak merona,<br
/> atau mengapa bibirku tak merah dan busanaku tak mempesona,<br
/> dengan aneka kosmetika, baju ketat dan maskara?<br
/> Ayolah teman, dengarkan kataku: Singkirkan itu semua!</p><p>Jika engkau belum bisa melihat kebenaran ini, aku &#8216;kan berdoa:<br
/> Semoga Allah menunjukimu ke jalan yang lurus, jalan satu-satunya,<br
/> menuju kesenangan yang abadi, selama-lamanya.</p><p>Katakan kepadaku, siapa yang lebih pintar?<br
/> Berhias diri, merawat kecantikan seolah hidup ini tak pernah kelar<br
/> Atau mengikuti kata nurani dan tuntunan Ilahi,<br
/> agama Islam yang diridhai dan iman kepada hidup setelah mati?</p><p><strong>Aku bangga dengan islamku</strong>. Ia adalah pelindungku.<br
/> Dan untuk keluarga, sahabat, teman dan saudara-saudaraku,<br
/> yang keluar melindungi kecantikannya dengan jilbab dan busana kesopanan,<br
/> sekali lagi akan kusuarakan:</p><p>Kami tak perlu persetujuan orang lain, tak perlu penilaian mereka.<br
/> Bukan mereka yang mencipta kita, atau akan membukakan <strong>pintu surga</strong>.</p><p>Ataukah kalian benar-benar suka, dengan siulan dari para lelaki,<br
/> ketika mereka dari belakang memandang betismu dan menikmati?<br
/> Itukah yang membuat kalian senang: pujian dan rayuan mereka?<br
/> Itukah yang membuat kalian bahagia? Ooh, demi kalian hatiku terluka.</p><p>Engkau berjalan dengan bangga, seolah semakin terbuka semakin mempesona.<br
/> Bukan, bukan itu yang aku mau, tersenyum prihatin ku melihatnya.<br
/> Ku tak inginkan kekaguman para lelaki, tak perlu rayuan atau ajakan berkencan.<br
/> Karena aku manusia, tak pantas diperlakukan seperti mainan.</p><p>Menutup tubuh membuatku bangga.<br
/> Terbebas dari penilaian berdasarkan materi semata.<br
/> Kini orang menghormati karena akhlak dan tingkah lakuku.<br
/> Sungguh benar tuntunan Islam, agamaku.</p><p>Syukur kepada Allah dari lubuk sanubari.<br
/> Teguhkan aku, ya Allah, di jalan-Mu hingga akhir nanti.</p><p
style="text-align: right; font-size: smaller;"><span
style="color: #333399;">[Diterjemahkan dan digubah dari puisi "Beauty within Me" karya <strong>Noor Salem</strong> dengan ijin dari <a
title="Beauty within Me" href="http://www.igotitcovered.org/2011/11/30/beauty-within-me/" target="_blank"><span
style="color: #333399;">IGotItCovered.org</span></a>]</span></p><h4>Label:</h4><div>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kecantikan-di-dalam-diriku/" title="foto muslimah berjilbab">foto muslimah berjilbab</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kecantikan-di-dalam-diriku/" title="bersyukur astas lkecantikan">bersyukur astas lkecantikan</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kecantikan-di-dalam-diriku/" title="wanita muslimah berjilbab">wanita muslimah berjilbab</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kecantikan-di-dalam-diriku/" title="tuntunan islam kehidupan sesudah mati">tuntunan islam kehidupan sesudah mati</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kecantikan-di-dalam-diriku/" title="puisi kecantikan wanita">puisi kecantikan wanita</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kecantikan-di-dalam-diriku/" title="puisi kecantikan diriku">puisi kecantikan diriku</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kecantikan-di-dalam-diriku/" title="potret muslimah">potret muslimah</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kecantikan-di-dalam-diriku/" title="paras utami">paras utami</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kecantikan-di-dalam-diriku/" title="muslimah berjilbab seluruh tubuh">muslimah berjilbab seluruh tubuh</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kecantikan-di-dalam-diriku/" title="muslimah berjilbab">muslimah berjilbab</a> </span></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.ratnautami.com/2011/12/kecantikan-di-dalam-diriku/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> <item><title>Antara Pohon Pisang, Caroline dan Kita</title><link>http://www.ratnautami.com/2011/12/antara-pohon-pisang-caroline-dan-kita/</link> <comments>http://www.ratnautami.com/2011/12/antara-pohon-pisang-caroline-dan-kita/#comments</comments> <pubDate>Sun, 18 Dec 2011 22:48:54 +0000</pubDate> <dc:creator>Ineu Ratna Utami</dc:creator> <category><![CDATA[Muhasabah Diri]]></category> <category><![CDATA[Mutiara Kehidupan]]></category> <category><![CDATA[generasi]]></category> <category><![CDATA[impian]]></category> <category><![CDATA[inspirasi]]></category> <category><![CDATA[lumpuh]]></category> <category><![CDATA[motivasi]]></category> <category><![CDATA[pecinta buka]]></category> <category><![CDATA[pohon pisang]]></category> <category><![CDATA[semangat]]></category> <category><![CDATA[suka membaca]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.ratnautami.com/?p=700</guid> <description><![CDATA[Pohon pisang tak mau mati sebelum berbuah. Ia ingin kehadirannya di atas dunia ini bisa memberi manfaat sebelum ajal datang menjemput. Tak sekadar itu, pohon pisang telah mempersiapkan generasi penerusnya...]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Pohon pisang tak mau mati sebelum berbuah. Ia ingin kehadirannya di atas dunia ini bisa memberi manfaat sebelum ajal datang menjemput.</p><p>Tak sekadar itu, pohon pisang telah mempersiapkan generasi penerusnya sebelum ia mati. Tunas-tunas muda inilah yang akan meneruskan tugasnya memberi kebaikan kepada sesiapa yang memetik buahnya, atau mengambil daunnya atau memanfaatkan batangnya.</p><p>Itulang pisang.</p><p>Manusia sebagai makhluk yang dikaruniai akal seharusnya bisa berbuat lebih dari sekadar batang pisang&#8230;</p><p>***</p><p>Barisan kalimat di atas muncul di dinding FBku dari seorang sahabat yang menandai namaku untuk status yang dia tulis. Kuulangi membacanya, senyumku terkembang dan kepalaku mengangguk karenanya, setuju dengan apa yang dia tulis. <strong>Belajar pada karakter tiap ciptaan Allah, selalu dapat dipetik hikmah untuk kita teladani.</strong> Seperti yang ditulis sahabatku di atas tentang pohon pisang.</p><p>Manusia diciptakan Allah dengan dibekali piranti akal untuk membedakan yang baik dengan yang tidak, atau untuk memilih jalan kebenaran dengan sebaliknya. Tentunya bila menginginkan kebaikan di dunia dan akhirat setiap diri akan berusaha keras untuk menapaki jalan kebenaran. Berupaya menaati rambu-rambu yang Dia jadikan petunjuk untuk keselamatan kita, serta akan senantiasa berjuang mengumpulkan bekal dengan sebaik-baik amal untuk meraih ridha-Nya. Dan, satu diantara banyak bekal yang harus dipersiapkan itu yakni <a
title="Bagaimana Mengajak Anak Menghafal Qur’an" href="http://www.ratnautami.com/2011/01/bagaimana-mengajak-anak-menghafal-quran/"><strong>mempersiapkan generasi yang akan meneruskan apa yang telah kita rintis</strong></a> tersebut.</p><p>Perumpamaan yang dituliskan sahabat tentang kehidupan pohon pisang itu membuatku teringat akan seseorang yang kulihat sosoknya beberapa waktu lalu di layar televisi. Akan kuceritakan sebagian kisahnya di sini yang membuatku haru sekaligus malu, kuharap akan menjadi sebuah motivasi untuk kita agar bisa mempersiapkan diri sebagaimana yang dilakukan pohon pisang.</p><p>Ia seorang gadis berusia 13 tahun, sebutlah namanya <strong>Caroline</strong>. Terlahir dengan kondisi lumpuh sebagian tubuhnya. Beruntung sekali Caroline, tumbuh dan dibesarkan oleh ayah dan ibu yang penuh rasa sayang dan selalu meniupkan semangat sehingga Caoline tumbuh menjadi anak yang penuh percaya diri dan merasa seperti anak-anak lainnya yang dikaruniai fisik normal. Keterbatasan jasadi yang disandangnya tak mampu menyurutkan semangatnya. Setiap hari Caroline berlatih untuk bisa berjalan dengan bantuan tongkat ditemani orangtuanya.</p><p>Saat yang paling menyenangkan bagi Caroline adalah saat pikirannya tenggelam dalam buku-buku yang dibacanya. Ya, Caroline seorang pecinta buku. Uniknya, saat semua buku di rumahnya telah tamat dibaca, ia &#8216;kan berusaha untuk mendapatkan buku-buku baru. Sebagian besar buku-buku barunya itu ia peroleh bukan dengan merogoh saku orangtuanya. Namun ia mengusahakannya dengan caranya sendiri. Ditemani kursi roda dan ibunya, ia mengetuk dari pintu ke pintu setiap rumah di kota tempat ia tinggal, terkadang ia meninggalkan sepucuk surat agar yang punya rumah sudi berbagi sebagian buku yang mereka miliki. Walhasil dari usahanya itu, banyak hati yang tersentuh. Seiring waktu berjalan, tak terasa <strong>ia telah mengoleksi kurang lebih empat ribu buku</strong>.</p><p>Caroline, gadis belia yang suka membaca ini pun bingung karena rumahnya tak dapat lagi menampung buku hasil usahanya itu. Karenanya ia pun memimpikan suatu saat nanti ia dapat mendirikan sebuah perpustakaan untuk menyimpan semua koleksi bukunya agar dapat dinikmati warga di kotanya. Ia ingin keberadaan perpustakaan di tempat tinggalnya, membuat warga menjadi pecinta buku. Ia pun mendambakan sebuah ruang dimana ia bisa mendongeng, membacakan buku, mengajar baca serta menumbuhkan minat supaya <strong>cinta membaca pada anak-anak</strong> yang belum bisa baca.</p><p>Apa ya kira-kira yang dapat dilakukan gadis kecil dengan keterbatasannya itu? Dapatkah ia mewujudkan impiannya tersebut?</p><p>Sebuah pepatah arab &#8216;<strong>Man jadda wajada</strong>&#8216; sepertinya berlaku dalam hidup Caroline. Ia bersungguh-sungguh <a
title="Tidak Pernah Terlambat untuk Meraih Sukses" href="http://www.ratnautami.com/2011/03/tidak-pernah-terlambat-untuk-meraih-sukses/">mewujudkan mimpi</a> itu. Tentu Allah akan selalu menyertai orang-orang yang memiliki niat baik dan bersungguh-sungguh mewujudkannya. Caroline pun mendapat petunjuk-Nya.</p><p>Di negara tempat Caroline tinggal, ada stasiun televisi yang menyelenggarakan sebuah program untuk membantu setiap orang mewujudkan impiannya dengan cara mengirimkan surat berisi impiannya itu atau mendatangi tenda yang telah disediakan pemrakarsa. Dan, Caroline tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia datangi tenda impian itu.</p><p>Kuasa Allah menjawab harapan dan kesungguhan Caroline. Ia terpilih oleh tim yang menyeleksi impian mana yang layak dibantu untuk diwujudkan dari sekian ribu surat impian juga sekian banyak orang yang mendatangi tenda tersebut.</p><p>Tim penyeleksi memilihnya bukan karena iba akan kondisi fisik Caroline, akan tetapi hanya karena impian Caroline yang luar biasa. Para juri penyeleksi terkesan akan cara berpikir anak tersebut yang memandang jauh ke depan dan berorientasi akan kemanfaatan pada sekitar. Di saat anak-anak sebelia Caroline mengungkapkan impian untuk bertemu aktor-aktris idola, bertemu bintang olahraga atau bermimpi mengejar kesenangan-kesenangan yang sifatnya hanya untuk diri pribadi, impian Caroline mencuat bagai mutiara menyembul dari balik lumpur.</p><p>Impian gadis kecil itu pun terwujud, warga terutama anak-anak seusianya menyerbu perpustakaan yang telah berdiri di kotanya dengan bantuan tim tersebut. Mereka tampak bahagia, sebagaimana Caroline sangat bahagia impiannya tercapai.</p><p>Keinginan sekaligus impiannya untuk menjadi orang yang bisa memberi manfaat sebelum ajal datang menjemput serta upayanya menyiapkan generasi yang akan melanjutkan kecintaannya pada buku membuat Caroline (mungkin tanpa disadarinya) telah menjalankan <strong>filosofi pohon pisang itu</strong>. Setiap kita tentunya paham, dalam buku tertuang banyak ilmu yang dapat membuka wawasan dan cara pandang serta meluaskan cakrawala pemikiran yang bisa menuntun tiap orang untuk menguak tabir rahasia ilmu-Nya. Berarti dengan demikian Caroline telah berupaya mewariskan suatu kebiasaan baik pada masyarakat sekitarnya.</p><p>Lalu, bagaimana dengan kita? kita yang terlahir dan beridentitas sebagai muslim yang mana telah sampai pengetahuan pada kita dari lisan Nabi terkasih Rasulullah SAW bahwa <strong>sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusi lainnya</strong> (HR.Thabrani dan Daruquthni). Apa yang telah kita perbuat untuk mengukir jejak kebaikan yang dapat dilanjutkan oleh anak keturunan kita atau siapa pun pada generasi setelah kita?</p><p>Hati kita pantas dijalari rasa malu pada pohon pisang bila ternyata kita masih berkutat pada kesibukan yang hanya untuk memenuhi kepentingan diri sendiri. Dan, adanya satu atau banyak orang semodel Caroline yang memiliki asa mulia di tengah keterbatasan kondisi fisiknya, tentu bukanlah tanpa makna untuk kita. Allah pasti memiliki tujuan agar kita bisa belajar darinya.</p><p>&nbsp;</p><h4>Label:</h4><div>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/antara-pohon-pisang-caroline-dan-kita/" title="tunas pisang">tunas pisang</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/antara-pohon-pisang-caroline-dan-kita/" title="pohon pisang">pohon pisang</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/antara-pohon-pisang-caroline-dan-kita/" title="dindin dan ineu">dindin dan ineu</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/antara-pohon-pisang-caroline-dan-kita/" title="arti pohon pisang">arti pohon pisang</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/antara-pohon-pisang-caroline-dan-kita/" title="tunas pohon">tunas pohon</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/antara-pohon-pisang-caroline-dan-kita/" title="sedekah tunas pohon">sedekah tunas pohon</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/antara-pohon-pisang-caroline-dan-kita/" title="sarah handayani">sarah handayani</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/antara-pohon-pisang-caroline-dan-kita/" title="pohon pisang yang berbuah">pohon pisang yang berbuah</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/antara-pohon-pisang-caroline-dan-kita/" title="pohon click">pohon click</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/antara-pohon-pisang-caroline-dan-kita/" title="pisang berlin untuk bayi">pisang berlin untuk bayi</a> </span></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.ratnautami.com/2011/12/antara-pohon-pisang-caroline-dan-kita/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>4</slash:comments> </item> <item><title>Kado Terbungkus Rapi?</title><link>http://www.ratnautami.com/2011/12/kado-terbungkus-rapi/</link> <comments>http://www.ratnautami.com/2011/12/kado-terbungkus-rapi/#comments</comments> <pubDate>Wed, 14 Dec 2011 01:15:10 +0000</pubDate> <dc:creator>Habib</dc:creator> <category><![CDATA[Kisah Muslimah]]></category> <category><![CDATA[Muhasabah Diri]]></category> <category><![CDATA[hijab]]></category> <category><![CDATA[introspeksi]]></category> <category><![CDATA[jilbab]]></category> <category><![CDATA[mengapa berjilbab]]></category> <category><![CDATA[muslimah]]></category> <category><![CDATA[muslimah berjilbab]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.ratnautami.com/?p=683</guid> <description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu aku membaca sebuah buku tentang Shalat. Pengarangnya adalah seorang yang sudah cukup berumur, terpampang dengan foto yang glamour di salah satu halamannya. Ia tidak mengenakan jilbab....]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu aku membaca sebuah buku tentang Shalat. Pengarangnya adalah seorang yang sudah cukup berumur, terpampang dengan foto yang glamour di salah satu halamannya. Ia tidak mengenakan jilbab. Aku menjadi <em>skeptis</em> melihat foto itu. Wanita ini, dengan busana yang &#8216;tidak islami&#8217;, akan mengajariku tentang sholat? Kepadaku, <em>seorang </em><strong><em>jilbaber</em></strong>?</p><p>Karena penasaran, aku teruskan membaca buku itu (<em>lagian</em> aku memang &#8216;kutu buku&#8217;, kalau sudah dibuka sebuah buku, pantang ditutup sebelum dibaca). Namun ketika aku membaca bagaimana hubungan  wanita itu dengan Allah, bagaimana<strong> shalat menjadi <em>charger</em></strong> bagi dirinya sehari-hari, bagaimana ia meluangkan waktunya untuk berlama-lama dengan Allah di antara jadwalnya yang padat, aku merasa malu pada diri sendiri.</p><p>Lalu bagaimana denganku, yang sudah berjilbab misalnya? Bagaimana denganku, yang baru-baru ini telah memutuskan untuk berbusana muslim misalnya? Aku masih saja &#8216;berjuang keras&#8217; untuk menemukan <em>koneksi</em> dengan Allah di saat shalat. Aku masih sulit berkonsentrasi, khusyuk.</p><p>Lalu aku mulai berfikir <strong>apa sebenarnya yang membuatku mengenakan jilbab</strong>? Benar, ia merupakan perintah dari Allah. Tetapi, sebuah <strong>kado terbungkus rapi tanpa hadiah</strong> di dalamnya hanya akan menjadi <strong><em>kotak</em> terbungkus rapi</strong> bukan? Tak lain dan tak lebih dari itu.</p><p>Kapan tepatnya aku hanya menjadi <em>kotak terbungkus rapi</em> ini?</p><p>Ya, aku senang dengan rasa aman yang diberikan melalui jilbab kepadaku. Aku suka dengan pakaian yang dengannya ia melindungiku dari pandangan liar. Aku ingin berpesan bahwa aku bukan sekedar tubuh tetapi seseorang dengan kepribadian. Aku mengenakannya untuk Allah.</p><p>Benar, <strong>jilbab memang seperti itu, tetapi ada banyak lagi dengannya</strong>.</p><p>Apakah aku hanya sopan dalam cara berbusana saja? Ataukah kesopanan dan kehormatan itu meliputi juga cara bicaraku, fikiran dan perasaanku? Apakah ia menjadikanku kecil di hadapan Allah? Apakah ia menjadikanku lebih berguna? Apakah kesederhanaan busanaku tercermin juga dalam seluruh aspek lain kehidupanku? Ataukah aku hanya berjilbab dalam busana saja? Apakah aku telah menghidupkan islam sebagaimana seharusnya?</p><p>Jawaban atas beberapa dari pertanyaan di atas tidaklah selalu gampang. Introspeksi, mawas diri, tidak pernah menjadi teman yang menyenangkan.</p><p>Engkau lihat, islam tidaklah sekedar berbusana dengan cara tertentu atau melakukan ritual ibadah tertentu. Ia adalah jalan hidup. Islam tidak seharusnya menjadi <em>bagian</em> dari hidupmu, <strong>Islam seharusnya adalah hidupmu itu sendiri</strong>. Mungkin aku terlalu cepat mengenakan jilbab atau mungkin aku memutuskan mengenakannya karena terasa nyaman saja.  Yang mana saja, aku tidak pernah memahaminya dengan sempurna. Aku tidak faham bahwa berhijab (jilbab) bukanlah sesuatu yang wajib kita lakukan melainkan sesuatu yang kita butuhkan dan harapkan. Ia seharusnya secara alamiah muncul ketika kita telah berserah diri, berislam, kepada Allah. Tak perlu ditanyakan lagi.</p><p>Ditambah lagi, <a
title="Ketika Sehelai Kain Bicara" href="http://www.ratnautami.com/2008/06/ketika-sehelai-kain-bicara/" target="_blank"><strong>jilbab tidaklah sekedar selembar kain yang melilit kepalamu</strong></a>. Ia adalah kemuliaan dan kata kerja juga! Jadi, sekarang aku harus membuat daftar semua hal yang merupakan makna berjilbab (hijab) untuk menilai kekuranganku dan mencari tahu bagaimana aku menjadi pribadi yang lebih baik yang pantas dengan jilbab yang kukenakan.</p><p>Memutuskan mengenakan jilbab tidaklah akhir dari perjuangan saudariku. Ia sebenarnya adalah awal dari perjalanan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, muslimah yang lebih baik. Insya allah.</p><p
style="text-align: right; font-size: 9px;">[Oleh Bookworm Hijabi, diterjemahkan dengan ijin dari <a
title="I Got It Covered" href="http://www.igotitcovered.org/2011/12/06/gift-wrapped/" target="_blank">IGotItCovered</a>, Online Hijab Community]</p><p
style="text-align: right;"><h4>Label:</h4><div>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kado-terbungkus-rapi/" title="pita kado">pita kado</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kado-terbungkus-rapi/" title="cara membuat pita kado">cara membuat pita kado</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kado-terbungkus-rapi/" title="makna berhijab">makna berhijab</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kado-terbungkus-rapi/" title="mengapa berjilbab">mengapa berjilbab</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kado-terbungkus-rapi/" title="membuat pita untuk kado">membuat pita untuk kado</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kado-terbungkus-rapi/" title="membuat pita kupu2">membuat pita kupu2</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kado-terbungkus-rapi/" title="kado terbungkus rapi ratna">kado terbungkus rapi ratna</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kado-terbungkus-rapi/" title="kado pake pita kain">kado pake pita kain</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kado-terbungkus-rapi/" title="foto gadis kutu buku berjilbab">foto gadis kutu buku berjilbab</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/kado-terbungkus-rapi/" title="cara pembuatan pita kado">cara pembuatan pita kado</a> </span></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.ratnautami.com/2011/12/kado-terbungkus-rapi/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Perjalanan Mencari Cahaya</title><link>http://www.ratnautami.com/2011/12/perjalanan-mencari-cahaya/</link> <comments>http://www.ratnautami.com/2011/12/perjalanan-mencari-cahaya/#comments</comments> <pubDate>Wed, 07 Dec 2011 06:11:27 +0000</pubDate> <dc:creator>Ineu Ratna Utami</dc:creator> <category><![CDATA[Kisah Muslimah]]></category> <category><![CDATA[cahaya]]></category> <category><![CDATA[hafidz Qur'an]]></category> <category><![CDATA[Hikmah]]></category> <category><![CDATA[luar biasa]]></category> <category><![CDATA[majlis ilmu]]></category> <category><![CDATA[mencari]]></category> <category><![CDATA[perjalanan]]></category> <category><![CDATA[ramah]]></category> <category><![CDATA[tausiyah]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.ratnautami.com/?p=607</guid> <description><![CDATA[Sore itu aku ragu-ragu untuk memenuhi undangan buka puasa bersama ex teman sekolah. Selain karena tidak ada pakaianku yang sesuai dengan dresscode yang ditentukan, juga karena ada hal lain yang...]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sore itu aku ragu-ragu untuk memenuhi undangan buka puasa bersama ex teman sekolah. Selain karena tidak ada pakaianku yang sesuai dengan <em>dresscode</em> yang ditentukan, juga karena ada hal lain yang benar-benar membuatku malas untuk hadir di acara tersebut. Namun bujukan beberapa teman dan permohonan mereka agar aku bersedia menjadi pemandu acara membuat aku luluh dan akhirnya memutuskan untuk hadir juga. Ternyata keputusanku itu tidak sia-sia, acara yang kupandu berjalan dengan sukses, semua orang yang hadir merasakan kehangatan silaturahim malam itu. Ditambah lagi dengan tausiyah menarik yang disampaikan oleh temanku yang kini menjadi seorang ustadz. Tausiyah yang ringan namun cukup untuk membasahi hati yang gersang.</p><p>Apa yang aku rasakan setelah mendengar tausiyah malam itu membuatku ingin sekali mendengarnya lagi dan lagi. Hatiku merasakan rindu yang teramat sangat untuk senantiasa berada dalam suasana yang bisa membuatku selalu mengingat Sang Khalik. Dan akhirnya aku utarakan keinginanku itu kepada teman ustadzku. Beliau lalu mengenalkanku dengan seorang perempuan yang ternyata beliau seorang ibu dari anak-anak yang hafidz Qur&#8217;an. Subhanallah&#8230; bergetar hati ini mendengar cerita beliau tentang anak-anaknya yang luar biasa.</p><p>Setelah bertemu ibu luar biasa itu, semakin kuatlah keinginanku untuk mengadakan majlis ilmu di lingkungan tempat tinggalku yang memang belum pernah ada siraman-siraman penyejuk qalbu dan penyubur iman. Aku ajak tetngga-tetanggaku untuk mau mengaji dengan promosi bahwa seorang ustadzah yang luar biasa akan menjadi gurunya. Tapi, ternyata rencanaku tidak sesuai dengan rencana Allah. Ustadzah yang luar biasa itu tidak bisa mengikuti jadwal yang sudah kubuat. Sedih rasanya&#8230; jalan menuju cahaya itu seperti terputus&#8230; menggantung tak jelas ujungnya. Semua rencana terhenti, aku pun kehilangan semangat untuk melanjutkan pencarian cahaya itu.</p><p>Suatu hari, sebuah SMS masuk ke dalam telepon genggamku dan ternyata SMS dari ibu luar biasa. Beliau mengabarkan bahwa aku bisa bergabung dengan majlis di tempat lain yang tak jauh dari rumahku. Seperti mendapat angin segar, aku bergegas menuju rumah ibu luar biasa itu untuk minta kejelasan tentang bagaimana dan di mana majlis yang dimaksud beliau.</p><p>Esok harinya berbekal alamat yang diberikan ibu luar biasa, aku menuju tempat tinggal teman beliau. sepanjang jalan aku membayangkan seperti apakah ibu yang akan kutemui ini. Samakah dengan ibu luar biasa itu atau tidak? Tak berapa lama akhirnya kutemukan juga alamat yang dimaksud.</p><p><em>&#8220;Assalamu&#8217;alaikum&#8230;&#8221;</em> Aku mengucapkan salam.</p><p><em>&#8220;Wa&#8217;alaikumsalam&#8230;&#8221;</em> sebuah suara lembut dari dalam rumah menjawab salamku.</p><p>Dan pintu pun terbuka&#8230; seorang wanita muda yang cantik dengan jilbab panjangnya tersenyum ramah di hadapanku.</p><p><em>&#8220;Ini dengan Ibu Adnin?&#8221;</em> kataku memecah kebekuan.</p><p><em>&#8220;Iya, benar&#8230; mari silahkan masuk&#8221;</em>, ajak beliau.</p><p>Dan terjadilah perbincangan menarik di antara kami berdua. Keramahannya membuatku merasa seperti sudah mengenal lama Bu Adnin. Aku langsung suka pada beliau, dalam hati aku berkata&#8230;ustadzah ini lebih cocok untuk menyirami hati ibu-ibu di komplek tempat tinggalku.</p><p>Subhanallah&#8230; Allah lebih mengetahui kebutuhan hamba-Nya. Ibu luar biasa yang aku pikir terbaik untuk membimbing kami menuju cahaya-Nya telah Allah gantikan dengan seseorang yang mungkin tidak sehebat ibu luar biasa itu tapi pasti terbaik menurut Allah dan sesuai untuk kami.</p><p>Dan kini sudah satu bulan Bu Adnin menyirami hati kami, terasa sejuk setiap kali mendengar penuturan beliau, ringan dan lembut, walaupun pelan-pelan&#8230; tapi pasti bisa menyuburkan iman dalam hati kami. Insya Allah&#8230;</p><p>&nbsp;</p><p>Bogor, 6 Desember 2011</p><p>(Kisah ditulis oleh Novi Roswita)</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><h4>Label:</h4><div>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/perjalanan-mencari-cahaya/" title="Tausiyah ringan">Tausiyah ringan</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/perjalanan-mencari-cahaya/" title="tausiyah hati">tausiyah hati</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/perjalanan-mencari-cahaya/" title="tausiyah yang menarik">tausiyah yang menarik</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/perjalanan-mencari-cahaya/" title="tausyiah kerinduan pada kawan">tausyiah kerinduan pada kawan</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/perjalanan-mencari-cahaya/" title="tausiyah malam">tausiyah malam</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/perjalanan-mencari-cahaya/" title="artikel jika aku menjadi ustadzah">artikel jika aku menjadi ustadzah</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/perjalanan-mencari-cahaya/" title="tausiyah embun muhasabah">tausiyah embun muhasabah</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/perjalanan-mencari-cahaya/" title="novi roswita">novi roswita</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/perjalanan-mencari-cahaya/" title="hikmah majlis ilmu">hikmah majlis ilmu</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/perjalanan-mencari-cahaya/" title="Fecebook canti utami com">Fecebook canti utami com</a> </span></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.ratnautami.com/2011/12/perjalanan-mencari-cahaya/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>7</slash:comments> </item> <item><title>Bila Hati Sebening Embun</title><link>http://www.ratnautami.com/2011/12/bila-hati-sebening-embun/</link> <comments>http://www.ratnautami.com/2011/12/bila-hati-sebening-embun/#comments</comments> <pubDate>Mon, 05 Dec 2011 22:24:03 +0000</pubDate> <dc:creator>Ineu Ratna Utami</dc:creator> <category><![CDATA[Muhasabah Diri]]></category> <category><![CDATA[embun]]></category> <category><![CDATA[hati sebening embun]]></category> <category><![CDATA[Hikmah]]></category> <category><![CDATA[inspirasi]]></category> <category><![CDATA[sebening embun]]></category> <category><![CDATA[sejuk di mata]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.ratnautami.com/?p=580</guid> <description><![CDATA[Rasa takjub kerap menjalari hati setiap kulihat air bening itu berkilauan di dedaunan atau rerumputan saat matahari mulai menyapa pagi. Biasanya segera kuhampiri benda-benda dimana bulir memukau itu berada. Kutatap...]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Rasa takjub kerap menjalari hati setiap kulihat air bening itu berkilauan di dedaunan atau rerumputan saat matahari mulai menyapa pagi. Biasanya segera kuhampiri benda-benda dimana bulir memukau itu berada. Kutatap lama atau terkadang muncul isengku, menepuknya. Bersorak riang hati bila si bulir bening bernama embun itu kutemukan menempel di daun talas. Rasa heran sering melingkupi lipatan-lipatan otakku saat melihat daun talas yang tetap terlihat kering walau disinggahi sang embun. Kugerak-gerakkan daun talas itu, dan sang embun mengikuti gerakan itu dengan lincah.</p><p>Selarik memori di masa kecil kala kulihat embun, ternyata tak berubah hingga kini. Sang embun selalu berhasil memukau mataku. Entahlah, keberadaannya di antara dedaunan, bunga maupun rerumputan selalu mengalirkan kesejukan di mataku dan kilau beningnya yang memantulkan cahaya sebagaimana cermin, menghadirkan rasa takjub memenuhi rongga hati.</p><p>Saudaraku, adakah engkau pun mengalami hal yang sama dengan yang kurasakan kala memandangi embun? Kalau ternyata engkau belum pernah memperhatikannya, cobalah sekali waktu. Engkau bisa menemukan wajah sang embun di pagi hari atau bisa saja dengan <em>browsing</em> foto-fotonya, dan rasakanlah sensasinya.</p><p>Bila kita perhatikan bagaimana embun terbentuk, kurasa ada sesuatu yang menarik untuk kita pelajari darinya. Embun biasanya terbentuk dengan baik pada malam hari yang cerah dan tenang. Menurut teorinya, embun terbentuk ketika udara yang berada di dekat permukaan tanah menjadi dingin mendekati titik dimana udara tidak dapat lagi menahan semua uap air. Kelebihan uap air itu kemudian berubah menjadi embun di atas benda-benda di dekat tanah. Embun juga terbentuk dengan baik ketika kelembaban tinggi.</p><p>Coba kita perhatikan lagi, jika kita ibaratkan kehidupan embun itu pada manusia, kita bisa menemukan orang-orang yang menyejukkan hati kita biasanya bisa dipastikan orang tersebut memiliki hati sebening embun. Dia dapat kita pastikan adalah orang-orang yang sanggup mengendalikan hatinya untuk selalu dalam “suhu yang dingin” alias tenang dalam menghadapi segala hal. Dia akan selalu berusaha mengendalikan suhu hatinya itu lebih dingin dari keadaan yang berkecamuk di sekitarnya sehingga kita bisa merasakan hatinya bening bagai embun..</p><p>Kebeningan hatinya ibarat cermin yang memantulkan cahaya-Nya. Tutur kata dan tingkah laku orang-orang demikian biasanya tak beranjak dari lingkar kebaikan yang tak dapat terbendung lagi pada pribadinya sendiri sehingga orang-orang di sekitarnya akan merasakan kesejukan dari kebeningan embun hatinya. Seperti dikatakan Imam Ghazali, bahwa hati manusia ibarat cermin, sedangkan petunjuk Tuhan bagaikan nur atau cahaya. Dengan demikian jika hati manusia benar-benar bersih niscaya ia akan bisa menangkap cahaya petunjuk Ilahi dan memantulkan cahaya tersebut ke sekitarnya.</p><p>Orang-orang berhati sebening embun, mereka akan mampu melihat dunia dengan terang benderang karena di anugerahi bashirah (pandangan hati) yang selalu menuntunnya berbuat kebajikan. Dan bashirah akan memunculkan sifat seperti keberanian, murah hati, penolong, dapat menahan nafsu, sabar, penyantun, konsisten, suka memaafkan, gembira, senang bekerja sama dengan orang lain, tenang, dan sifat-sifat mulia serta terhormat lainnya.</p><p>***</p><p>Pernah dalam lembar hidupku menjumpai dan bersahabat dengan seorang akhwat yang dalam rasaku hatinya bening bagai embun. Penampilannya sangat bersahaja namun orang-orang termasuk diriku, suka berinteraksi dengannya. Tak pernah ia berkeluh walaupun di usianya yang beranjak senja belum bertemu jodoh. Hari-harinya ia warnai dengan kesibukan menebar kebaikan mulai untuk kalangan anak-anak, dewasa hingga para orangtua. Ya, ia seorang kepala sekolah di sebuah TK, ia pun memimpin lembaga tahsin al-Qur&#8217;an untuk muslimah. Tak berhenti di situ saja, ia juga aktif mengisi halaqah-halaqah dan taklim serta ia masih sempatkan waktunya mengajar tahsin di beberapa instansi. Tak jarang, ia menjadi muara curhat dan keluh para peserta didiknya.</p><p>Setelah Allah memperkenankan doanya mendapatkan pasangan untuk mendampingi gerak juangnya, ia tetap dengan segala aktivitasnya itu serta tetap berpribadi sebening embun. Sehingga tak mengherankan saat Allah memanggilnya dalam usia pernikahan yang masih terbilang baru, pelayat yang menyayangi dan merasa kehilangan dirinya menyemut saat menghantar jenazahnya.</p><p>***</p><p>Menjadi pribadi berhati sebening embun bukanlah suatu hal yang mudah. Diperlukan riyadhah/latihan yang terus menerus untuk menempa diri dan mengendalikan suasana hati ketika berhadapan dengan berbagai persoalan hidup serta mengendalikan gejolak jiwa saat berhadapan dengan godaan nafsu. Tetapi yakinlah saudaraku, bila tempaan demi tempaan itu membuat hati kita menjadi sebening embun yang dirasakan sejuknya oleh sekitar, maka bisa jadi akhir hidup kita bisa seindah muslimah tersebut.</p><p>&nbsp;</p><p>#Mengenang seorang sahabat berhati sebening embun yg tlh kembali pada-Nya</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><h4>Label:</h4><div>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/bila-hati-sebening-embun/" title="muhasabah hati">muhasabah hati</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/bila-hati-sebening-embun/" title="hati sebening embun">hati sebening embun</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/bila-hati-sebening-embun/" title="belajar dari kehidupan sang daun khairunnas anfa’uhum linnas">belajar dari kehidupan sang daun khairunnas anfa’uhum linnas</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/bila-hati-sebening-embun/" title="embun bagi jiwa">embun bagi jiwa</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/bila-hati-sebening-embun/" title="pengertian matahari menyapa embun pada rerumputan">pengertian matahari menyapa embun pada rerumputan</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/bila-hati-sebening-embun/" title="mutiara hikmah muhasabah">mutiara hikmah muhasabah</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/bila-hati-sebening-embun/" title="muhasabah diri">muhasabah diri</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/bila-hati-sebening-embun/" title="manfaat embun bagi kehidu">manfaat embun bagi kehidu</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/bila-hati-sebening-embun/" title="hati sebening salju">hati sebening salju</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/12/bila-hati-sebening-embun/" title="foto sebening embun dipagi hari">foto sebening embun dipagi hari</a> </span></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.ratnautami.com/2011/12/bila-hati-sebening-embun/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>6</slash:comments> </item> <item><title>Belajar pada Kehidupan Sang Daun</title><link>http://www.ratnautami.com/2011/11/belajar-pada-kehidupan-sang-daun/</link> <comments>http://www.ratnautami.com/2011/11/belajar-pada-kehidupan-sang-daun/#comments</comments> <pubDate>Fri, 25 Nov 2011 04:10:26 +0000</pubDate> <dc:creator>Ineu Ratna Utami</dc:creator> <category><![CDATA[Muhasabah Diri]]></category> <category><![CDATA[bermanfaat]]></category> <category><![CDATA[daun]]></category> <category><![CDATA[dicintai Allah]]></category> <category><![CDATA[Hikmah]]></category> <category><![CDATA[inspirasi]]></category> <category><![CDATA[Tahun Baru]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.ratnautami.com/?p=448</guid> <description><![CDATA[“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan...]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p
style="text-align: left;" align="LEFT">“<em>Sesungguhnya dalam</em><em> penciptaan langit dan bumi, dan</em><em> silih bergantinya malam dan </em><em>siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan </em><em>mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi</em><em>(seraya berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”</em> (QS. Ali Imran 190-191).</p><p
align="LEFT">Saudaraku, apa yang kau rasakan saat membaca ayat tersebut? Adakah kau merasakan ajakan Allah <em>Azza wa Jalla</em> untuk memikirkan ciptaan-Nya, yang mana bila kau lakukan maka Dia akan memberi tanda/petunjuk-Nya padamu?</p><p
align="LEFT">Bila kita merenungi ayat tersebut kemudian mencoba mengikutinya maka akan terasa tanda-tanda itu bicara pada kita. Sebagai contoh sederhana, kau tahu daun kan? Saking banyaknya daun di sekitar kita, mungkin kita tak pernah memikirkan pelajaran apa yang dapat kita petik dari kehidupan daun.</p><p
align="LEFT">Mungkin saat mengenyam ilmu di sekolah atau kampus yang berkaitan dengan ilmu biologi atau pertanian, ada sedikit pengetahuan akan kehidupan daun kita peroleh dari ulasan guru atau dosen, baik tentang proses fotosintesis, kemanfaatannya buat alam, manusia, hewan juga tanaman itu sendiri. Tetapi bisa jadi kita menelaahnya hanya sebatas itu, tanpa pernah menyentuh hal ini dari sudut pandang iman.</p><p
align="LEFT">Saudaraku, mari sejenak kita perhatikan daun. Ya, sejenak saja dari sekian banyak waktu yang kau habiskan dengan segala rutinitasmu. Kau pasti tahu bahwa sang daun sejak tumbuh ia memiliki peran penting untuk proses kehidupannya sendiri dan tak diragukan lagi teramat banyak manfaat bagi sekitanya termasuk untuk kita. Kau pun pasti sangat faham saat sang daun luruh ke bumi, ia tetap memberi manfaat sebagai humus yang menyuburkan tanah.</p><p
align="LEFT">Tidakkah kita bisa mengambil hikmah/pelajaran dari siklus hidupnya ini? Ada sebuah tanda yang Allah tunjukkan pada kita tentang kehidupan daun. Mari kita garisbawahi, bahwa <span
style="text-decoration: underline;">sejak tumbuh hingga luruh ke bumi ia bermanfaat untuk sekitarnya. </span></p><p
align="LEFT">Tidakkah kita menginginkan kehidupan kita bisa bermanfaat seperti kehidupan sang daun? Di mana hal ini selaras  dengan apa yang d<em>iriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan s</em><em><span
style="text-decoration: underline;">ebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia</span></em><em>.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)</em></p><p
align="LEFT">Mari sejenak kita renungi pula hadits ini, dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,<em>”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling dicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah saw menjawab,”</em><em><span
style="text-decoration: underline;">Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia</span></em><em> dan </em><em><span
style="text-decoration: underline;">amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan</span></em><em>. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).”</em> (HR. Thabrani)</p><p
align="LEFT">Mereka, kata Rasulullah, adalah sebaik-baik manusia. Mereka mendapatkan cinta Allah karena kebaikan dan manfaat hidupnya terhadap orang lain. Para sahabat pada masa Nabi memahami secara mendalam sebuah kaidah usul fiqih yang menyebutkan bahwa kebaikan yang amalnya dirasakan orang lain lebih bermanfaat ketimbang yang manfaatnya dirasakan oleh diri sendiri.</p><p
align="LEFT">Tidakkah kita ingin mendapat cinta Allah dengan menjadi bagian dari “<em>Khairunnas anfa’uhum linnas?” </em>Kurasa tak ada seorang pun yang tak menginginkan dicintai Allah. Bila demikian, mari kita tengok diri kita, apa saja yang sudah diperbuat sepanjang perjalanan hidup kita, adakah yang kita lakukan telah bermanfaat tak hanya untuk diri pribadi tetapi berguna pula untuk orang lain? Bagaimana peran kita selama ini sebagai anak, sebagai suami atau isteri, sebagai ayah atau bunda, sebagai bagian dari masyarakat, sebagai pekerja, pedagang juga sebagai pencari ilmu? Apa pula yang kita ingin orang lain sebutkan tentang diri kita saat meninggalkan kefanaan dunia?</p><p
align="LEFT">Bila perjalanan hidupmu Saudaraku&#8230; masih sama denganku, masih jauh dari bermanfaat untuk sekitar, mulai saat ini mari menyusun langkah dan menata aktivitas kita dengan berorientasi pada kemanfaatan untuk orang banyak. Dengan segenap potensi yang Allah karuniakan, mari kita berjuang menjadi pribadi yang dicintai-Nya.</p><p
align="LEFT">Indah sekali rasanya bila hidup kita diwarnai semangat untuk selalu menebar kebaikan dan memberi manfaat bagi orang lain. Elok juga rasanya bila ajal telah tiba mengakhiri aktivitas kita di dunia, namun nilai kemanfaatan dari apa yang kita lakukan tetap dirasakan oleh mereka yang masih berkelana di dunia.</p><p
align="LEFT">Sungguh sangat bermakna pula ketika kita dapat memikirkan tanda-tanda dari ciptaan-Nya, seperti sang daun itu. Mari kita segera bergerak untuk belajar pada kehidupannya : <em>dari tumbuh hingga luruh meninggalkan manfaat untuk sekitar.</em></p><p
align="LEFT">Menyambut tahun baru Hijriyah yang sebentar lagi akan kita songsong, mari kita hadirkan dalam hati tentang kehidupan sang daun dan merefleksikannya dalam tingkah laku kita . Menjadikan ia bagian dari inspirasi hidup kita. Semoga dengan mengingat dan belajar pada salah satu ciptaan Allah ini, membuat kita terpacu menjadi bagian dari <em>Khairunnas anfa’uhum linnas. </em></p><p
align="LEFT"><p
align="LEFT">#Risalah hati menyongsong tahun baru Hijriyah, Muharram 1433 H.</p><p
align="LEFT"><h4>Label:</h4><div>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/11/belajar-pada-kehidupan-sang-daun/" title="belajar biologi belajar kehidupan dari allah">belajar biologi belajar kehidupan dari allah</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/11/belajar-pada-kehidupan-sang-daun/" title="tidakkah engkau perhatikan dalam penciptaan langit dan bumi">tidakkah engkau perhatikan dalam penciptaan langit dan bumi</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/11/belajar-pada-kehidupan-sang-daun/" title="Rasulullah SAW bersabda “Khairunnas anfa’uhum linnas (Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain) ” (HR Bukhari dan Muslim)">Rasulullah SAW bersabda “Khairunnas anfa’uhum linnas (Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain) ” (HR Bukhari dan Muslim)</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/11/belajar-pada-kehidupan-sang-daun/" title="orang yang paling dicintai allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang ">orang yang paling dicintai allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang </a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/11/belajar-pada-kehidupan-sang-daun/" title="mamfaat atau kegunaan penciptaan langit dan bumi">mamfaat atau kegunaan penciptaan langit dan bumi</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/11/belajar-pada-kehidupan-sang-daun/" title="kegunaan daun pada kehidupan">kegunaan daun pada kehidupan</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/11/belajar-pada-kehidupan-sang-daun/" title="hikmah sabar">hikmah sabar</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/11/belajar-pada-kehidupan-sang-daun/" title="gambar tentang tunas dan bumi">gambar tentang tunas dan bumi</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/11/belajar-pada-kehidupan-sang-daun/" title="fungsi daun sang">fungsi daun sang</a> </span>| <span><a
href="http://www.ratnautami.com/2011/11/belajar-pada-kehidupan-sang-daun/" title="bumi dan tangan">bumi dan tangan</a> </span></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.ratnautami.com/2011/11/belajar-pada-kehidupan-sang-daun/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Dynamic page generated in 0.948 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-02 20:33:56 -->
<!-- Compression = gzip -->
